Kobar Butuh 100 Dokter


KOTAWARINGIN BARAT–BN: IDEALNYA, dengan jumlah penduduk yang mencapai 235.274 jiwa, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) seharusnya memiliki 100 orang dokter umum.  Demikian diutarakan Direktur… Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Imanuddin Pangkalan Bun Suyuti Syamsul menjawab pertanyaan Borneonews tentang rasio ideal antara jumlah dokter dan jumlah penduduk Kobar, kemarin. Menurut Suyuti, jumlah itu belum termasuk empat belas spesialisasi yang masih perlu penamabahan masing-masing minimal satu dokter.

Sebelumnya, Suyuti menuturkan, RSUD saat ini hanya memiliki 19 dokter fungsional yang terdiri dari dokter umum, dokter gigi dan spesialis. Untuk dokter spesialis, hanya ada delapan orang yang terdiri dari spesialis anak, bedah, saraf, penyakit dalam, matam dan spesialis kandungan. “Kami masih kekurangan lima dokter lagi,” tukasnya.
Sedangkan, secara keseluruhan Kobar memiliki 40 dokter.

Suyuti merinci rasio ideal antara jumlah dokter spesialis dan jumlah penduduk. Per 100 ribu penduduk seharusnya dilayani satu dokter spesialis bedah, penyakit dalam, anak, serta kebidanan dan kandungan.
Untuk dokter spesialis saraf, mata, THT, patologi klinik, anestesi, kulit dan kelamin, rehabilitasi medis, diperlukan satu dokter untuk melayani per 200 ribu penduduk. Sementara, untuk spesialis paru dan ortopedi perlu satu dokter per 300 ribu penduduk. Di lain pihak, dokter senior di Pangkalan Bun, Laksono, mendorong Pemerintah Kabupaten melakukan penambahan jumlah dokter. “Kalau diihat dari jumlah keseluruhan dokter di Kobar, baik dokter negeri maupun swasta masih sangat kurang. Masa dalam satu kabupaten hanya terdapat 40 dokter?” ujar Laksono, “yang kurang itu dokter spesialis dan dokter gigi. Kalau dokter umum, sudah cukup,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kobar Samsudin mengungkapkan sulitnya mendatangkan dokter ke Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). “Saya akui banyak kendalanya, salah satunya mengenai insentif. Kami sudah mengusulkan pada Pemkab untuk menambahkan insentif minimal setara dengan Palangkaraya. Lalu menambah fasilitas para dokter. Dengan begitu, setidaknya dapat membuat mereka tertarik bekerja di Kobar. Namun, usulan tersebut baru akan dibahas tahun ini,” paparnya.


  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: