Nasib Tenaga Medis Parikesit Soal Mogok Dokter


TENGGARONG. Tuntutan sejumlah tenaga medis, baik dokter maupun perawat di RSUD AM Parikesit Tenggarong yang meminta kejelasan status serta insentifnya, kemarin dibahas di DPRD Kutai Kartanegara (Kukar). Pertemuan dipimpin Wakil Ketua DPRD Kukar, Fatur Rachman didampingi Ketua Komisi IV, Suriadi, menyimpulkan kelanjutan nasib para dokter dan perawat itu diserahkan ke Bupati Rita Widyasari. “Masalah ini harus cepat diselesaikan, jangan sampai dokter terus mogok. Jadi kami meminta Dinas Kesehatan bersama Manajemen RSUD AM Parikesit dan BKD (Badan Kepegawaian Daerah), agar bertemu bupati langsung,” kata Suriadi. Seperti diberitakan, untuk menuntut kejelasan status kerja, dokter umum di RSUD AM Parikesit Tenggarong, sejak 1 Agustus 2010 lalu, melakukan mogok kerja. Tidak hanya dokter umum, para perawat terutama yang honorer di situ juga mengancam mogok. Karena selama ini perawat hanya mendapat surat penugasan, bukan surat keputusan (SK) untuk menjalankan tugasnya.

Dalam pertemuan dihadiri Direktur RSUD AM Parikesit, Teguh Widodo, lalu perwakilan Dinas Kesehatan dan BKD Kukar serta tenaga medis yang tergabung di Koalisi Masyarakat Peduli Kesehatan (KMPK) tersebut, terkesan kurang greget. Pasalnya pokok tuntutan dokter yang beberapa waktu terakhir sempat mogok kerja di rumah sakit kebanggaan warga Kota Raja Tenggarong ini, tidak dikupas tuntas. “Sampai sekarang kami tidak tahu, apakah sebagai tenaga tetap atau PTT (Pegawai Tidak Tetap). Karena begitu masuk Parikesit, kami hanya dapat surat tugas. Tak ada SK (Surat Keputusan) Kepegawaian. Begitu juga sistem pembayaran gaji, tidak jelas. Karena selama ini pemberian gaji kami hanya berupa sebuah kertas berisi daftar nama, seperti daftar absen,” ujar Paulina, dokter yang menjadi koordinator KMPK.
Tenaga medis juga menuntut transparansi penggunaan dan pengelolaan anggaran, terutama soal hak-hak pegawai dan meminta jaminan keselamatan serta kenyamanan kerja serta pemulihan nama baik mereka. Termasuk menuntut Direktur RSUD AM Parikesit, Teguh Widodo Slamet, mundur dari jabatannya dan meminta perbaikan manajemen.
“Kalau itu tuntutannya, saya siap mundur. Sebenarnya saya malu mengungkapkan. Data kerja akan saya berikan kepada dewan, terkait kinerja saya memimpin rumah sakit. Tapi saya minta masalah ini jangan dipolitisir,” ujar Teguh, menanggapi tuntutan tenaga medis tersebut.
Dia juga mengungkap, dalam memimpin rumah sakit tipe B tersebut, banyak melakukan kesalahan. Baik berupa perkataan maupun sikap, ketika meminta dokter untuk menandatangani kontrak kerja.  “Saya minta maaf. Memang ada kata-kata keras, ketika ada dokter tidak mau menandatangani kontrak kerja. Tapi kalau memang tidak mau, ya tidak masalah. Sedangkan soal gaji atau honor, itu harus diberikan sesuai dasar hukum. Sebab jika tidak, akan jadi temuan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan),” urainya lagi. Namun persoalan tuntutan tenaga medis RSUD AM Parikesit itu kemudian malah melebar pembahasannya, kepada masalah pengangkatan Tenaga Tidak Tetap Daerah (T3D) dan pajak penghasilan. Sebab kehadiran John Ribel selaku perwakilan BKD Kukar, malah menjelaskan soal penerbitan SK T3D.
“Masalah T3D itu sendiri untuk 2010 ini, masih terus dibahas Pemkab Kukar,” ujar John Ribel. Menanggapi hal itu, Ketua Komisi IV DPRD Kukar, Suriadi, menjelaskan sesuai Keputusan Kementrian Kesehatan (Kepmenkes) RI Nomor 1540/Menkses/SK/XII/2002 tentang Penempatan Tenaga Medis Melalui Masa Bakti dan Cara Lain, Pasal 29, tenaga medis sebagai pegawai tidak tetap berhak memperoleh penghasilan berupa, tunjangan PTT, tunjangan bagi dokter, tunjangan pajak penghasilan, insentif dan tunjangan dalam bentuk lain. “Jadi tidak ada masalah dalam soal pembayaran insentif. Kebijakan ini memungkinkan, karena dasar hukumnya ada. Makanya masalah tenaga medis ini harus dibawa ke bupati,” ujar Suriadi.(idn)

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: