Penyebaran Dokter Gigi Kurang Merata


Denpasar (Bisnis Bali) – Penyebaran dokter gigi selama ini dilihat kurang merata. Banyak dokter gigi yang lebih memilih praktik di daerah perkotaan, ketimbang daerah pedesaan atau daerah terpencil, maka pelayanan kesehatan gigi untuk masyarakat yang tinggal di daerah terpencil tidak ada.

“Selama ini pemerintah menghadapi permasalahan kurang meratanya penyebaran dokter gigi, khususnya yang menjangkau daerah terpencil dan sangat terpencil,” ungkap Menkes, Endang Rahayu Sedyaningsih dalam kongres PDGI ke-24, baru-baru ini di Kuta.

Menkes mengatakan, untuk meratakan penyebaran dokter gigi, Menteri Kesehatan pada Jumat (1/4) kemarin akan melepas ratusan tenaga dokter Pegawai Tidak Tetap (PTT), baik itu dokter umum maupun dokter gigi. Para dokter itu untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan di daerah-daerah terpencil. Di samping itu juga, pemerintah menyediakan insentif bagi tenaga medis yang bersedia ditugaskan di daerah terpencil.

Lebih jauh dikatakan, di samping diberikan insentif, salah satu cara untuk memeratakan penyebaran dokter yaitu, pemerintah juga memberikan beasiswa yang diperuntukan juga bagi calon dokter gigi atau dokter gigi spesialis dari daerah. Syaratnya, yang bersangkutan bersedia kembali ke daerahnya untuk bertugas di sana.

Diharapkan, tiap tahun pemerintah bisa melepas PTT ke daerah-daerah terpencil, apalagi banyaknya masalah gigi yang tak tertangani merupakan akibat dari kurangnya tenaga dokter gigi di Indonesia. Menkes memperkirakan kebutuhan dokter gigi saat ini masih kurang 4.064 dokter gigi. Dengan rata-rata kelulusan 1.500 dokter gigi tiap tahun, diperkirakan target itu akan tercapai dalam 3 tahun ke depan.

Menurutnya, Ketua Umum PB PDGI, Zaura Rini Anggreni, dari 1.200-1.500 lulusan dokter gigi per tahun keseluruhannya hampir memilih praktek di perkotaan, sehingga pemerataan tenaga dokter gigi ke daerah plosok belum begitu merata.

Dikatakan, PDGI akan mensosialisasikan kepada lulusan kedokteran gigi, agar mau mengabdikan diri ke daerah-daerah terpencil tentu saja dengan isentif dan beasiswa dari pemerintah.

Apalagi, ditambahkan, saat ini di Indonesia masih kekurangan dokter gigi yang mencapai 4 ribuan, dan hingga Januari 2011 jumlah total dokter gigi yang ada diseluruh Indonesia hanya 22.200 dokter gigi dan dokter spesialisnya hanya 10 persen dari jumlah tersebut.

Dengan melihat kecilnya jumlah, menurutnya, tidak sebanding dengan jumlah penduduk Indonesia yang harus dilayani yang jumlahnya mencapai ratusan juta jiwa.

, , ,

  1. Inilah Tanda-tanda Pria Sehat | Masih Hangat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: