Karyawan RS Klungkung Protes


8 Mei 2011

Rumah Sakit (RS) Klungkung sepertinya tak pupus dirundung masalah dan menjadi sorotan publik. Setelah ramai disorot gara-gara pelayanan kepada masyarakat tidak optimal, rumah sakit milik Pemkab Klungkung itu kembali dilanda masalah. Kali ini, bukan masyarakat umum yang mengeluhkan rumah sakit tersebut. Melainkan, mereka yang ada di internal RS Klungkung. Menyusul, pembagian uang jasa pelayanan (jaspel) belum lama ini. Sejumlah karyawan merasa pembagian jaspel tersebut tidak adil.

RS yang mengidam-idamkan kenaikan kelas dari saat ini masih kelas/tipe C ke kelas B itu, diprotes karyawannya karena pembagian uang jasa pelayanan dianggap tidak adil sesuai posisi dan kinerja. Terutama terhadap mereka/karyawan yang posisinya masih jauh di bawah (pegawai golongan kecil) seperti sopir. “Kami yang notabene memberi kontribusi ke rumah sakit, malah terkesan dipinggirkan. Buktinya, jaspel yang kami terima sangat kecil, jauh lebih kecil dibanding karyawan lain seperti tukang kebun,” ujar sopir ambulans RS Klungkung.

Dikatakannya, jaspel untuk sopir ambulans hanya Rp 100 ribu. Sedangkan tukang kebun berkisar Rp 200 Ribu hingga Rp 300 ribu. Sementara pegawai kontrak dan honor daerah, menerima jaspel Rp 274 ribu. Hal itu dibenarkan beberapa karyawan RS lain.

Ketika dimintai konfirmasi Selasa (17/5) kemarin, Kepala RS Klungkung, dr. Ni Made Adi Swapatni, enggan mengomentari masalah pembagian uang jaspel tersebut. Pasalnya, dia tidak mengetahui secara persis, berapa jumlah jaspel yang diterima masing-masing karyawan. “Untuk pembagian uang jaspel, ada tim yang mengurusnya. Saya sendiri tidak tahu persis, berapa jumlahnya,” tandas dr. Adi Swapatni.

Sebelumnya, sejumlah dokter di RS Klungkung mengeluhkan kekurangan tenaga medis (bidan) dan terbatasnya peralatan yang berdampak tidak optimalnya pelayanan terhadap masyarakat (pasien). Keluhan itu bahkan sampai ke telinga anggota DPRD Klungkung. Salah satunya, anggota Komisi C, Komang Karnawan. Dia menerima keluhan dari dr. Agung Martha dan dr. Novianitri yang bertugas di Sal B. Sal B yang menangani ibu hamil dan melahirkan, belum memiliki UGD untuk ibu-ibu hamil yang memeriksakan kandungan. Padahal, seharusnya Sal B memiliki UGD khusus di luar UGD umum. (kmb20)

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: