Melawi Kekurangan Dokter Spesialis


JUMAT, 21 MEI 2010 10:21

Kualitas kesehatan suatu daerah juga didukung dengan tersedianya fasilitas kesehatan serta tenaga kesehatan yang memadai. Kabupaten Melawi sebagai salah satu daerah pemekaran hingga saat ini masih mengalami kekurangan tenaga dokter, khususnya dokter spesialis.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Melawi, Yakob Tangkin, saat ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini. “ Untuk dokter umum, saat ini hampir diseluruh Puskesmas sudah ada, bahkan ada puskesmas memiliki lebih dari dua dokter,” tuturnya. Sementara itu, untuk dokter spesialis, diakui Yakob, hingga saat ini masih diperlukan di daerah Melawi. Padahal, untuk saat ini sudah ada upaya untuk meningkatkan kesejahteraan dokter spesialis, misalnya dengan memberikan fasilitas seperti kendaraan dan tempat tinggal, hingga tunjangan sebesar Rp 15 juta perbulan.

“Penempatan dokter bukan diatur oleh Dinas Kesehatan. Namun kita hanya mengusulkan, dan nantinya dokternya yang akan memilih tempat yang ia inginkan,” katanya. Untuk saat ini,kata Yakob, sudah ada beberapa dokter yang disekolahkan untuk mengambil spesialis. Langkah ini untuk mengisi kekurangan dokter spesialis di rumah sakit di Melawi. “Kita sekolahkan empat dokter dengan menggunakan beasiswa Depkes,” jelas Yakob.

Ia menuturkan, spesialis yang diambil oleh dokter-dokter tersebut adalah ahli bedah, kebidanan, laboratorium serta spesialis anak. Saat ini mereka masih dalam masa studi program spesialis. “Untuk penempatan dokter, tidak ada kesulitan. Kita sesuaikan dengan kebutuhan di Melawi,” katanya.

Persoalan lainnya yang juga menyebabkan kekurangan tenaga dokter, adalah banyaknya dokter yang belum lama bertugas, namun telah dipindahtugaskan ke luar daerah. Untuk hal ini, Yakob menjelaskan, mutasi dokter, selama ini tidak melalui rekomendasi Dinas Kesehatan. Kendati demikian, ia mengakui memang ada beberapa dokter yang sudah mengajukan pindah, padahal baru beberapa bulan ditempatkan. “Namun, untuk saat ini sudah ada upaya mengkoordinasikan dengan dinas terkait, bila ada dokter yang mengajukan pindah tempat,” katanya. Menurut Yakob, untuk saat ini rekomendasi pindah tugas kepada dokter, termasuk dokter spesialis, akan diberikan kepada mereka yang telah mengabdi lebih dari empat tahun.

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: