Pengemudi yang Ceroboh Berisiko Mengalami Gangguan Mental


Rabu, 18/05/2011 11:08 WIB

Queensland, Australia,Beberapa orang terutama anak muda sering menyetir secara ugal-ugalan atau ceroboh. Tapi sebaiknya kebiasaan ini dihentikan, karena peneliti mengungkapkan pengemudi yang ceroboh lebih mungkin mengalami gangguan mental.

Studi menemukan orang dewasa muda yang mengambil risiko di jalan seperti mengebut atau meningkatkan kecepatan mobilnya dan memotong jalan secara sembarangan lebih memungkinkan mengalami masalah mental seperti kecemasan dan depresi.

Ilmuwan dari Queensland University of Technology di Australia melakukan studi untuk mencaritahu adakah hubungan antara tekanan psikologis dengan perilaku menyetir ugal-ugalan. Perilaku berisiko ini termasuk mengebut, tidak menggunakan sabuk pengaman dan mengemudi sambil berbicara atau menggunakan telepon seluler.

Selama ini tekanan psikologis seperti depresi dan kecemasan telah dikaitkan dengan perilaku berisiko pada remaja, seperti halnya merokok, melakukan pesta minuman keras dan melakukan seks tanpa pengaman (kondom).

Studi ini melibatkan 761 pengemudi muda yang berusia 17-25 tahun dan sudah memiliki lisensi mengemudi. Para partisipan diminta mengisi kuesioner untuk menilai tekanan psikologis serta perilakunya dalam mengemudi.

Hasilnya menunjukkan bahwa tekanan psikologis sendiri sudah menyumbang sekitar 8,5 persen terhadap peningkatan perilaku berisiko mengemudi pada dewasa muda. Diketahui pula terdapat hubungan yang lebih besar pada kaum perempuan dibanding laki-laki.

“Untuk itu mengidentifikasi individu yang berisiko merupakan suatu hal yang sangat penting,” ujar Scott-Parker yang melakukan studi ini, seperti dikutip dari Dailymail, Rabu (18/5/2011).

Scott-Parker dalam jurnal Injury Prevention menuliskan bahwa orang dengan gaya mengemudi yang berisiko harus mengikuti kelas keselamatan di jalan (road safety classes) serta melakukan konseling untuk mengetahui adakah masalah mental yang dialaminya, sehingga bisa meningkatkan perilaku berisiko tersebut.

Perilaku mengemudi yang berisiko tidak hanya membahayakan diri sendiri tapi juga bisa menimbulkan bahaya pada orang-orang disekitarnya. Jika sejak muda sudah memiliki kebiasaan menyetir secara ceroboh, maka nantinya ia akan lebih mungkin mengalami masalah mental.

(ver/ir)

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: