RSUD Putussibau Minim Dokter Spesialis


Jumat, 13 Mei 2011

PUTUSSIBAU – Keberadaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Ahmad Diponegoro Putussibau menjadi andalan warga di bagian paling timur Kalbar. Sayangnya, rumah sakit ini minim tenaga medis. Hanya memiliki 4 dokter spesialis (bedah, anak, penyakit dalam dan kandungan).

“Karenanya jika RSUD memiliki pasien yang tidak bisa ditangani oleh ke empat dokter tersebut, maka pasien akan kita rujuk ke RSUD Sintang atau Pontianak,” kata dr Berounly Star Rey, Direktur RSUD dr Ahmad Diponegoro Putussibau ditemui Equator, Kamis (12/5).

Seiring banyaknya warga yang memerlukan penanganan medis, untuk wilayah Putussibau dan sekitarnya tentu dengan empat dokter tersebut tidak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Kapuas Hulu. Belum lagi jarak Putussibau-Sintang atau Putussibau-Pontianak bisa memakan waktu berjam-jam.

“Bisa kita bayangkan seandainya dengan kondisi jarak tempuh yang jauh, sementara di sisi lain pasien juga ingin mendapat pertolongan medis. Kita tak bisa membayangkan apa yang terjadi kepada si pasien,” terang pemilik sapaan Rey, yang juga Mantan Kepala Puskesmas Semitau ini.

Rencananya, tahun depan RSUD akan mendatangkan dokter spesialis radiologi, untuk menangani foto kepala, dada dan organ tubuh dan lainnya. Mengenai penambahan tenaga medis lainnya Rey, sebenarnya juga menginginkan adanya dokter spesialis saraf, mata, THT, dan sebagainya.

“Tujuannya agar pasien yang mengalami penyakit tersebut bisa langsung ditangani di sini, tapi karena keterbatasan tenaga dokter dan mungkin anggaran yang kurang memadai, sehingga rumah sakit susah untuk melakukannya,” tutur dia.

Konsekuensinya, kata Rey, jika RSUD meminta penambahan dokter spesialis, minimal RSUD mampu menyediakan kendaraan dan rumah bagi dokter. “Itu sudah menjadi ketentuan umum, kalau kita datangkan dokter. Maka kita juga harus menyediakan kendaraan dan rumah dinas,” ucapnya.

Dia meminta kepada pemerintah daerah untuk berpartisipasi atas kondisi yang ada di rumah sakit. Rey mengakui di bidang anggaran saat ini memang sudah cukup tapi jika melakukan penambahan dokter spesialis maka, harus ada anggaran baru lagi.

“Kami berharap keinginan pihak rumah sakit bisa terealisasi dengan baik, bagaimanapun dengan adanya penambahan tenaga dokter akan membuat masyarakat Kapuas Hulu tidak lagi khawatir dengan masalah kesehatan mereka karena semua penyakit sudah bisa ditangani di daerah mereka sendiri. Secara otomatis hal ini akan menambah kesejahteraan masyarakat Kapuas Hulu pada umumnya,” ungkap Rey.

Berkembangnya teknologi kedokteran maka rumah sakit belum bisa dikatakan, mampu mengikuti kemajuan teknologi, sebab dari segi tenaga medis saja hanya mempunyai 4 tenaga dokter spesialis. “Dan semua tidak selalu standby di tempat. Kadang ada yang ikut seminar di luar kota,” tambah Rey.

Ditanya mengenai kesehatan di daerah pedalaman terkait ambulans rumah sakit apakah bisa mengakses jalan, Rey menerangkan ambulans saat ini tidak bisa mencapai ke pedalaman, karena bukan double gardan. “Memang seharusnya ambulansnya bergardan ganda agar dapat mencapai daerah-daerah pedalaman tersebut,” tegasnya. (lil)

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: