RSUD Ketapang Kehabisan Obat


KETAPANG – Kekosongan obat-obatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Agoesdjam Ketapang terus berlangsung. Situasi itu sudah berlangsung semenjak Februari 2011.

Pemerintah Kabupaten Ketapang, awal Mei lalu berjanji mampu menyelesaikan keluhan kekosongan obat di rumah sakit negara tersebut dalam waktu sepekan. “Memang terjadi ada kekosongan beberapa obat-obatan dalam empat bulan terakhir, dan kini rumah sakit sedang menunggu bantuan dari Pemda,” ujar Direktur RSUD Agoesdjam Ketapang, Djoko Hartono ditemui , Rabu (18/052011).

Dikatakan Djoko, kekosongan obat terjadi lantara pada 2010 lalu RSUD Agoesdjam tidak mendapat subsidi tahunan dari Pemda Ketapang. Jumlanya sekitar Rp 4 miliar setiap tahun. Sementara keuntungan yang diperoleh pada tahun berjalan menurut Djoko Hartono jumlahnya sekitar Rp 2 miliar. Jumlah itu habis untuk menutupi seluruh biaya operasioanal, dan untuk subsidi pasien miskin. “Ya kalau rumah sakit ini benar-benar ingin sehat, mungkin subsidi per tahun minimal harus rata-rata Rp 6 miliar, baru itu kita bisa lebih maksimal,” kata Djoko. “Selain obat-obatan, sejumlah pelayanan rumah sakit seperti alat-alat farmasi, oksigen, dan sejumlah bahan labolatorium pun terganggu akibat kondisi ini,” tambah Djoko.

http://pontianak.tribunnews.com/read/artikel/22202/rsud-ketapang-kehabisan-obat

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: