Suplai obat distop. Sehingga stok obat tidak ada


Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Agusdjam, Djoko Hartoyo mengatakan kekurangan obat yang terjadi di tempatnya dikarenakan tahun 2010, tidak ada anggaran untuk pengadaannya.“Suplai obat distop. Sehingga stok obat tidak ada. Padahal pelayanan untuk masyarakat miskin tetap dilayani, baik yang menggunakan Jamkesmas ataupun Jamkesda,” kata Djoko, Rabu (18/5), diruangannya.

Diungkapkan Djoko, kejadian persisnya, kelangkaan terjadi sejak Februari. Namun untuk mengatasi ini. Pemerintah Ketapang, sudah memberikan dana talangan. Sehingga kejadian ini akan bisa diatasi. “Namun untuk jumlahnya, sekarang ini pihaknya sedang mengestimasi kebutuhan dana. Untuk menutup utang 2010 dan jumlah kebutuhan tahun ini. Sehingga belum tahu persis nya. Lihat saja nanti,” katanya.

Sedangkan pelayanan yang sangat dirasakan kurang adalah di laboratorium. Obat-obatan serta oksigen. Pihaknya pun harus mengecek di rumah sakit lain yang ada guna melakukan uji lab. Namun untuk obat-obatan, karena masih utang, akhirnya diberhentikan suplai nya. “Kejadian itu tentunya sangat membuat kinerja kami lamban, terutama bagaimana memberikan pelayanan kepada pasien,” katanya. Apalagi, hampir 60 persen pasien di RS Agoesdjam  adalah warga miskin. Untuh tahun 2010, rawat jalan 45.445 orang, dan rawat inap sebanyak 6.415 orang. “Dari jumlah itu, 60 persen adalah orang miskin yang menggunakan jamkesmas ataupun jamkesda,” katanya.

Selain tidak dianggarkannya di 2010, antara tarif dengan biaya obat-obatan tidak sesuai. Dicontohkannya, untuk periksa laboratorium saja Rp50 ribu. Namun tarif yang dikenakan adalah Rp30 ribu. “Kemudian juga untuk pelayanan cek darah Rp800 ribu. Sedangkan buat pasien miskin itu gratis,” kata Djoko. Dia pun berharap, dalam APBD perubahan nanti, anggaran untuk pembelian obat-obatan bisa ditambah. Karena itu adalah demi pelayanan ke masyarakat.  “Sementara itu, masih banyak orang miskin yang juga belum memiliki Jamkesda,” katanya. Sebelumnya, Wakil Bupati Ketapang, Boyman Harun mengatakan dalam waktu dekat ini, mengusahakan agar kebutuhan obat di RS Agoesdjam bisa terpenuhi.“Segera diatasi agar persediaan obat tetap ada,” kata Boyman Harun, belum lama ini., kepada wartawan. Kemudian, lanjut Wabup, jangka menengahnya, Pemkab akan segera melakukan pembenahan manajemen. “Sebagai sarana kesehatan masyarakat  ke depannya bisa berfungsi sebagai mestinya,” kata Boyman.Kejadian tersebut, ditambahkannya seharusnya tidak boleh terjadi. Apalagi untuk pengadaan obat. (fah)

http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=91795

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: