Walau Gaji Gede, Kinerja Dokter RSUD Sibuhuan Rendah


Walau dibayar dengan jumlah lumayan besar, tetapi kinerja para dokter di Rumahsakit Umum  Daerah (RSUD) Subuhuan, Kabupaten Padang Lawas (Palas) dinilai masih rendah. Tetapi Direktur RS itu membantah, padahal hingga kini rumahsakit itu belum memberikan PAD bagi Palas.

PALAS-orbit: Dengan gaji dinilai cukup besar ditambah fasilitas mewah, namun kinerja paradokter RSUD Sibuhuan dalam pelayanannya masih rendah, bahkan dokter sering tidak ada di RSUD tersebut. “Kita berharap ke depannya pelayanan di RSUD Sibuhuan terus ditingkatkan, termasuk keramahan pelayanan kepada pasien, begitu juga dengan dokter yang digaji Negara dengan fasilitas yang lumayan cukup,” tegas Ketua Fraksi PPP Ir Samson Fareddy Hasibuan Sabtu (14/5).

Sementara itu Direktur RSUD Sibuhuan dr Salikin Kudadiri mengatakan, gaji dokter spesialis  penyakit dalam dan anak yang saat ini sebanyak 2 orang sebesar Rp 16 juta/bulan, ditampung pada APBD Pemkab Palas, sedangkan fasilitas yang diberikan rumah dinas ditambah dengan 1 mobil Toyota Rush. “Itu adalah gaji mereka satu bulan sudah termasuk gaji insentif,” ujar direktur.

Masih Kurang

Mengenai kehadiran dan pelayanan dokter-dokter spesialis di RSUD Sibuhuan yang jarang masuk, dr Kudadiri membantah hal tersebut. “Mereka rajin kok, tapi kan sebagian dokter di RSUD Sibuhuan masih ada yang sekolah spesialis makanya kadang tidak masuk,“ terangnya, dimana saat ini PAD dari RSUD Sibuhuan masih Rp 150 juta untuk TA 2010 dan tahun ini juga ditargetkan masih tetap.

Disebutkan, jumlah dokter di RSUD Sibuhuan saat ini dokter umum 7 orang, spesialis kandungan dan anak 2 orang, dokter gigi 4 orang, kemudian pegawai PNS 80 orang dan TKS 70 orang. “Berdasarkan jumlah itu, petugas kita masih kurang seharusnya ada 200 PNS sedangkan dokter  spesialis harus ada 10 orang lagi, dokter umum 15 orang,” terangnya. Sedangkan kondisi RSUD Sibuhuan saat ini, memiliki 2 ambulans, 10 klas ruang inap yang mampu  dihuni 30 orang pasien lengkap dengan tempat tidur. “Tapi saat ini sudah dibangun ruang ronsen serta kamar bedah,” tukasnya.
Sering Bolos

Berbeda dengan yang disampaikan oleh direktur RSUD Sibuhuan, kenyataannya diduga banyak  dokter dan PNS di RSUD Sibuhuan sering tidak hadir dengan alasan studi. “Saya pernah berobat di RSUD Sibuhuan dokternya tidak ada, belum masuk yang piket kata  pelayanannya, padahal waktunya masih pukul 16.00 sore,” ujar warga Sibuhuan yang identitasnya tidak mau disebutkan.
Selain itu PAD RSUD Sibuhuan dari tahun ketahun masih begitu saja, tidak ada peningkatan yang berarti, hal ini menunjukkan kinerja direktur RSUD Sibuhuan beserta pegawainya belum mampu memberikan yang terbaik.
“Ini bukti kinerja direktur RSUD Sibuhuan masih belum mampu mengelola RSUD Sibuhuan, yang  seharusnya menjadi lumbung PAD Palas, di daerah lain RSUD adalah primadona dalam menggenjot PAD,” tegas Firdaus Hasibuan anggota forum rembuk jurnalis Palas. od-42

About these ads
  1. #1 by yana on 26 Mei 2011 - 1:38 am

    Seharusnya dicari permasalahan mengapa bisa seperti itu, bukan hanya mengeluh. Heran mengapa RSUD menjadi lumbung PAD, dan mengapa mencontoh daerah lain. Seharusnya mencontoh negara maju, yang sudah mapan. Daerah lain belum tentu baik. Seharusnya pemerintah malah memboroskan PADnya di bidang kesehatan memberikan pelayanan cuma-cuma dan pelayanan yang terbaik..contohlah negara-negara Commonwealth atau Continental Europe. Penduduk disana mendapat pelayanan kesehatan cuma-cuma karena mereka telah bayar pajak kepada pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: