Masyarakat Barito Utara Keluhkan Minimnya Dokter Spesialis


Muara Teweh, Masyarakat di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, mengeluhkan minimnya tenaga medis terutama dokter spesialis di Rumah Sakit Umum Daerah Muara Teweh.

“Akibat minimnya dokter spesialis di RSUD Muara Teweh, pasien sering dirujuk ke rumah sakit luar daerah,” kata Asari warga Muara Teweh, Barito Utara, Jumat (20/5/2011).

Menurut Asari, minimnya tenaga dokter spesialis ini membuat warga yang perlu mendapat penanganan seperti ahli bedah dan anak harus di rujuk atau berobat ke rumah sakit di Banjarmasin, Kalimantan Selatan maupun Palangka Raya. Tidak adanya tenaga medis ahli ini, kata dia, perlu mendapat perhatian pemerintah daerah guna memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. “Bayangkan kita mau berobat harus keluar daerah, bagi orang yang mampu mungkin tidak jadi masalah, namun kalau warga miskin pasti sangat berat,” katanya.
Saat ini RSUD Muara Teweh hanya memiliki dua dokter spesialis yakni dokter kandungan dr. Yahlena Diharti juga menjabat Direktur RSUD Muara Teweh, sedangkan dokter spesialis penyakit dalam dijabat sekaligus oleh Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara, dr. Subagio.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara, dr. Subagio mengakui saat ini tenaga dokter spesialis untuk memberikan pelayanan dasar kesehatan di RSUD Muara Teweh terbatas. Pihaknya berupaya untuk mengatasi kekurangan dokter spesialis dengan melakukan kerja sama Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Surabaya serta Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo Surabaya, Jawa Timur, selama tiga tahun sejak 2009 hingga 2011. “Penyediaan dokter spesialis untuk tahun ini, masih menunggu wisuda di Unair yang diperkirakan Juni nanti,” katanya.
Subagio mengatakan pihaknya masih menunggu dokter spesialis anak dan dokter spesialis bedah yang baru lulus itu datang secara bergantian dalam dua bulan untuk memberikan pelayanan kesehatan di RSUD Muara Teweh. “Kita harapkan mereka setelah acara kelulusan segera datang ke sini (Muara Teweh) untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat,” katanya.
Berkaitan dengan dokter spesialis yang juga merangkap jabatan di intansi seperti dirinya, Subagio mengatakan harus dipahami betul maknanya, karena menjadi kepala dinas kesehatan serta direkur RSUD Muara Teweh merupakan jabatan amanah diberikan Pemerintah Daerah. Sedangkan dokter spesialis adalah bukan dari jabatan, akan tetapi suatu profesi, sehingga jabatan dan profesi tak bisa dinilai secara campur aduk.

Sedangkan untuk pelayanan di RSUD Muara Teweh, apabila dirinya tugas luar misalkan mengikuti rapat di pemerintah daerah dan lain-lain maka pelayanan pasien dilakukan lebih awal, karena bersifat teknis dan tak bisa diwakilkan. (ANT/AK).

http://buletininfo.com/?menu=news&id=9071

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: