Dana Insentif Belum Dibayar Sejak Januari, Puluhan Dokter RSU Ancam Mogok Kerja


KUPANG, Para dokter di Rumah Sakit Umum W.Z. Yohanes Kupang saat ini sedang diresahkan terkait belum dibayarnya dana insentif yang belum mereka terima sejak Januari hingga kini.

Dana insentif bagi para dokter meliputi hitungan lembur dan saat jaga di ruang inap pasien. Isu tersebut dibenarkan oleh dokter anak RSU W.Z Yohannes Kupang, dr Woro Indri. Dia membenarkan polemik yang sudah hampir lima bulan ini menimpa para dokter di rumah sakit terbesar di Provinsi NTT ini.

Di tempat terpisah, Wakil Direktur Pelayanan RSU W.Z Yohannes Kupang, dr Rita Eny juga menyuarakan hal yang sama. ”Ya. Sudah sekian lama ini para dokter menanyakan perihal dana insentif yang merupakan hak mereka,”tandasnya. Dijelaskan, selain insentif untuk dokter yang lembur di ruang inap pasien di malam hari, dana tersebut juga belum diterima dokter yang bergilir tugas di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Dia menambahkan, dokter-dokter sudah menyuarakan keluhan mengenai dana ini kepada dirinya yang untuk sementara menggantikan posisi Direktur RSU, dr Alphonsius Anapaku yang sementara sedang dinas luar ke daerah.

Dr Rita menambahkan, para dokter sudah melakukan pertemuan Kamis (19/5) pagi kemarin, di aula rumah sakit. Disebutkan, dalam forum tersebut ahli medis yang terdiri atas dokter ahli 44 orang dan dokter umum 21 orang akan melakukan aksi mogok jika dana insentif belum diberikan juga. Tersiar kabar, aksi mogok itu akan dilaksanakan pada Senin (23/5) minggu depan.

Selain aksi mogok, tim dokter rumah sakit akan mengirimkan delegasi untuk menghadap Biro Keuangan Setda Provinsi NTT guna menanyakan perihal dana insentif tersebut yang belum masuk kantong mereka hampir setengah tahun ini.

Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Umum dan Keuangan, dr Hosiani In Rantau Ketika dikonfimasi akan masalah ini menjelaskan, dana tersebut belum dicairkan oleh Biro Keuangan Pemprov NTT sebab masih melakukan proses penyesuaian regulasi Badan Layanan Umum dan APBD SKPD yang baru menurut SK Gubernur no. 1 tahun 2011.

Menurut Hosiani, pihak rumah sakit sudah menyepakati untuk membayar dana insentif para dokter yang akan diambil dari hasil retribusiseperti pembelian karcis dan lain-lain. Dirincikan, dana insentif akan dibayarkan kepada 42 dokter ahli yang berjumlah Rp 3.000.000 per bulan dan 21 dokter umum senilai Rp. 750.000 per bulan.

Hosiani menambahkan, karena jumlah tunggakan lima bulan pembayaran insentif para dokter sangat besar, rumah sakit untuk sementara hanya menyanggupi pembayaran periode Januari-Maret 2011. “Realisasi pembayaran diusahakan sebelum akhir Mei ini,”tegas Hosiani. (mg-12)

http://www.timorexpress.com/index.php?act=news&nid=43133

, , , , , , , , , , , , ,

  1. #1 by Zanz on 21 Mei 2011 - 9:04 am

    Kasihan😦

  2. #2 by Azaria on 14 Desember 2011 - 9:57 am

    dokter itu tidak etis kalo menelantarkan pasien,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: