Dokter Elisabeth Diduga Jual Bayi-bayi


MANADO- Kerja keras selama hampir 24 jam yang dilakukan anggota Polda Sulawesi Utara membongkar dugaan malapraktik aborsi  di Klinik Bersalin Bunda Maria tidak sia-sia. Seluruh alat bukti berhasil dikumpulkan dan dr Elisabeth Mandagi sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolda Sulut.

Ternyata, bukan hanya dugaan malapraktik aborsi, wanita itu juga disinyalir melakukan praktik penjualan bayi.

Bayi-bayi yang dijual adalah hasil aborsi dari pasien yang memiliki umur kandungan tujuh hingga delapan bulan. Bayi-bayi itu lahir prematur secara paksa, dan tak dikehendaki oleh si ibu. Dari penyelidikan awal, polisi berhasil menemukan suami istri yang membeli bayi dari tersangka. Pasangan pengusaha swasta yang tinggal di Manado itu mengakui, mereka yang menjemput bayi dari klinik dan membayar sejumlah uang kepada tersangka. Bayi tersebut saat ini diperkirakan berumur dua tahun lebih dan belum jelas siapa orangtua kandungnya.

“Sampai saat ini baru dokter (Elisabet Mandagi) yang menjadi tersangka. Kami masih terus mengembangkan penyidikan. Tersangka juga ternyata hanya dokter umum, bukan dokter spesialis kandungan,” ujar Kabid Humas AKBP Beny Bella kepada wartawan.

Dari sumber di Subdit Jatanras Reserse Umum Polda Sulut, terkait sejumlah bayi yang dikabarkan dijual, diakui memang ada. “Kami telah memintai keterangan dari pasangan yang membeli bayi tersebut, saat ini kami masih memeriksa intensif. Pasangan itu mengaku membayar tersangka, jumlahnya belum jelas, kurang dari  10 juta rupiah. Namun kami selidiki lebih lanjut,” ujar sumber.

Dikonfirmasi, tersangka yang ditemui saat berada di ruang pemeriksaan membantah jika ia menjual bayi tersebut. Ia memang mengakui pasangan tersebut memelihara bayi yang di tinggal oleh orangtuanya di klinik. Ia juga membantah saat ditanya jumlah bayi yang ia jual puluhan.

“Orangtua bayi itu melarikan diri dan tidak membayar biaya persalinan. Kita kasihan dan saya rawat. Kebetulan ada pasangan yang ingin memelihara, kitaberikan. Tapi tidak benar jika mereka membayar puluhan juta. Mereka hanya mengganti biaya persalinan dan perawatan selama di klinik.Tidak benar ada puluhan. Aduh kasiang, nyanda itu. Ada dua anak saja, satu saya pelihara, satu lagi dipelihara oleh mereka. Tapi saya tidak menjual,” ujar Elisabeth.

Sementara itu, dari keterangan yang dihimpun Tribun Manado dari sejumlah saksi, di antaranya mantan sopir pribadi dokter Elizabeth diketahui bahwa dalam menjalankan praktik aborsi, ternyata banyak juga pasien aborsi yang usia kandungannya sudah memasuki usia  6-8 bulan. “Jadi bukan hanya janin saja yang diaborsi oleh dokter tetapi ada juga bayi,” ujar saksi. Ditambahkan,  pasien yang menggugurkan kandungan dengan rentang usia 6-8 bulan tidak semuanya  meninggal. “Ada juga bayi yang setelah diaborsi tidak meninggal,” ujar saksi.

Menurutnya, hal ini terjadi karena saat dokter Elizabeth akan memulai proses aborsi terlebih dahulu disuntikan obat khusus yang akan mempercepat kontraksi, sehingga pasien sudah bisa melahirkan meskipun belum waktunya. Pernyataan saksi ini ikut diperkuat dengan adanya barang bukti satu unit inkubator untuk meletakkan bayi yang lahir prematur, yang diletakan di dalam ruang praktik dokter.

Menurut saksi, untuk bayi usia kandungan tua usai dieluarkan, diurus oleh dokter sampai kondisinya sudah stabil. “Selanjutnya bayi-bayi ini akan dijualnya ke pasangan yang tidak punya anak dengan harga antara 20-30 juta rupiah per bayi,” ujar saksi.

Menurutnya, ia pada tahun 2009 dan 2010  mengantarkan bayi kepada pembeli, di antaranya pasangan keluarga yang tinggal di daerah Calaca.  “Saya pernah ditugaskan untuk mengantarkan langsung bayi yang akan dijual,” ujar mantan sopir pribadi dokter Elizabeth ini. “Saya beruntung sudah keluar dari klinik neraka ini, karena saya merasa berdosa kalau terus bekerja di tempat seperti ini,” ujarnya. (ika/kev/roh)

http://manado.tribunnews.com/2011/05/21/dokter-elizabeth-diduga-jual-bayi-bayi

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: