Dokter & Perawat Bisa Tularkan Penyakit Bila Tak Divaksin Flu


Jakarta, Tak banyak dokter, perawat, bidan atau tenaga kesehatan lain yang telah mendapatkan vaksinasi influenza. Padahal tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit justru bisa menjadi sumber penyakit bila tidak divaksin.

Kesadaran tenaga kesehatan di Indonesia untuk melakukan vaksinasi influenza masih tergolong rendah. Padahal tenaga kesehatan merupakan orang yang paling rentan tertular dan menularkan penyakit ke pasien lain di rumah sakit, sehingga bisa menjadi sumber penyakit.

“Memang belum ada tekanan dari pemerintah, tapi di beberapa rumah sakit sudah diterapkan vaksin influenza untuk tenaga kesehatan,” jelas Prof Samsuridjal Djauzi, MD, PhD, FACP, Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PB PAPDI, dalam acara konferensi pers Indonesian Influenza Foundation (IIF) dengan tema ‘Pahami dan Cegah Influenza: Dari Musiman Hingga Pandemik’ di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Sabtu (21/5/2011).

Misalnya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), lanjut Prof Samsu, dalam 3 sampai 4 tahun ini, dari 6.000 tenaga kesehatan yang ada sekitar 1.000 orang (16 persen) sudah mendapatkan vaksin influenza.

“Vaksin influenza memang sedikit mahal, sekitar Rp 100 ribu sekali vaksin. Dan belum punya anggaran untuk vaksin influenza, namun rumah sakit sudah ada subsidi untuk menekan harga. Vaksinasi ini penting sekali untuk tenaga kesehatan yang sehari-harinya bekerja di rumah sakit,” jelas Prof Samsu.

Menurut Prof Samsu, karena harganya yang sedikit mahal, mungkin beberapa tenaga kesehatan pun agak berat untuk mengeluarkan biaya vaksin.

Padahal kalau di luar negeri, lanjut Prof Samsu, biaya vaksinasi influenza ditanggung oleh rumah sakit bersangkutan. Jadi petugas atau tenaga kesehatan hanya tinggal bersedia atau tidak untuk divaksin.

“Di Amerika Sekikat, di beberapa rumah sakit mewajibkan petugas atau tenaga kesehatannya untuk divaksin influenza. Jika Anda ingin bekerja di rumah sakit, Anda harus mau divaksin. Virginia Mason Medical Center in Seattle, Washington, adalah yang pertama menerapkan itu pada tahun 2006,” jelas Dr Mark Simmerman, PhD, Director of Medical Affairs and Public Policy Sanofi Pasteur Asia-Pacific Region.

Menurut Dr Simmerman, beberapa rumah sakit di Amerika Serikat juga telah menerapkan kebijakan serupa, sehingga jumlah tenaga kesehatan yang telah mendapatkan vaksin influenza sudah mencapai 96,4 persen.

“Orang datang ke rumah sakit tentunya ingin menjadi lebih baik (sehat) bukan menjadi lebih buruk. Jadi vaksin influenza pada tenaga kesehatan sangat penting,” ujar Dr Simmerman.

Influenza merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh virus influenza. Virus ini cepat sekali bermutasi dan dapat menular dengan cepat melalui kontak langsung.

Berbeda dengan batuk pilek biasa (common cold) yang bisa sembuh dengan sendirinya, influenza merupakan infeksi virus yang menyebabkan jutaan orang sakit setiap tahun dan memiliki potensi untuk menyebabkan komplikasi yang serius bahkan berakibat kematian, terutama pada anak-anak dan lanjut usia jika tidak dicegah secara diri.

http://health.detik.com/read/2011/05/21/140256/1643899/763/dokter-perawat-bisa-tularkan-penyakit-bila-tak-divaksin-flu

  1. #1 by Akry on 21 Mei 2011 - 9:27 am

    Yahhhhhhhhhh jelllaaaasss donkkk😦

  2. #2 by Akry on 21 Mei 2011 - 9:28 am

    Yahhhhh jelaaaasssss mmng pasti ada resikonya lah😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: