Secara umum, jumlah dokter di Sumsel masih kurang


Hari Bakti Dokter Indonesia yang diperingati bersamaan dengan Hari Kebangkitan Nasional hendaknya menjadi ajang instropeksi dan memperbaiki diri. Sebagai salah satu profesi yang dibutuhkan khalayak banyak, jumlah dokter ternyata belum mampu menyentuh semua lapisan masyarakat.

Bukan hanya karena penyebaran yang belum merata, tapi jumlah dokter memang masih belum mencukupi. “Secara umum, jumlah dokter di Sumsel masih kurang,” ungkap dr H Zulkarnain Noerdin melalui Kabid Pelayanan Kesehatan dr Hj Fenty Aprina Mkes, kemarin.

Jadi, kata dr Fenty, bukan masalah penyebarannya yang tidak merata. Saat ini, masih ada pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di Sumsel yang belum punya dokter. “Idealnya, satu puskesmas punya satu dokter sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa lebih maksimal,”imbuhnya. Namun, jumlah ini tidak banyak.

Dokter puskesmas itu bisa dokter PNS maupun PTT pusat dan daerah. Untuk mengatur penyebaran dokter, diperlukan kebijakan dari masing-masing pemerintah daerah. “Tidak harus dokter PNS, yang PTT bisa diberdayakan,”ucapnya. Khusus untuk dokter berstatus PNS, jumlahnya akan sangat tergantung dengan pemerintah kabupaten/kota.

Dengan adanya otonomi daerah (otda) saat ini, tiap daerah punya kebutuhan dokter yang beragam. “Jadi, pengangkatan dokter PNS tiap daerah tergantung kebutuhan dan kuota masing-masing,”tutur dr Fenty. Ternyata, di metropolis juga masih kekurangan dokter PNS. Jumlah yang ada sekarang di Palembang hanya 110 dokter. Rinciannya, 68 dokter umum, 37 dokter gigi dan 5 dokter spesialis.

Para dokter tersebut ditempatkan di 39 puskesmas yang tersebar di 16 kecamatan se-Palembang dan kantor Dinkes Palembang. Kepala Dinkes Palembang, Gema Asiani melalui Kasi Kepegawaian, Marhedi mengatakan, idealnya di puskesmas ada 2 dokter umum dan seorang dokter gigi.
Kenapa harus ada 2 dokter umum? Satu dokter sebagai pimpinan puskesmas dan satunya lagi sebagai petugas fungsional. Jadi, ketika salah satu dokter yang keluar, maka pelayanan tetap dapat diberikan kepada masyarakat. ”Nah, kalau dokternya hanya satu, terus keluar. Siapa yang mau memeriksa,”  ujarnya seraya mengatakan, dengan 39 puskesmas yang ada, seharusnya ada sekitar 78 dokter umum dan 39 dokter gigi.

Itu artinya, saat ini masih kurang sekitar 10 dokter umum, dan 2 dokter gigi. Namun, katanya, kekurangan dokter umum dan gigi tersebut ditutupi oleh dokter PTT. Saat ini jumlah dokter PPT sebanyak 14 orang, 13 dokter umum dan 2 dokter gigi. ”Tapi kan dokter PPT ini bukan PNS, masih kontrak,” terangnya.
Dikatakan, saat ini ada beberapa puskesmas yang masih kekurangan PNS dokter. Puskesmas yang kekurangan dokter umum yaitu Puskesmas 1 Ulu, Puskesmas Bukit Sangkal termasuk Puskesmas Karya Jaya yang baru saja diresmikan. Sedangkan puskesmas yang kekurangan tenaga dokter gigi yaitu puskesmas pakjo dan Bukit Sangkal. ”Dokter gigi di kedua puskesmas tersebut (Pakjo dan Bukit Sangkal, red) bakal pensiun bulan ini dan Juli mendatang,” ungkapnya.
Jika kedua dokter gigi tadi pensiun, berarti tenaga PNS dokter gigi berkurang dua. ”Jadi kebutuhan dokter gigi kita bertambah menjadi empat,” ungkapnya. Begitu juga untuk dokter spesialis, saat ini baru ada di 4 puskesmas yakni puskesmas pembina, merdeka, dempo dan sekip.
Namun, meski penempatannya di 4 puskesmas yang disebutkan tadi, terang Marhedi, kelima dokter spesialis tersebut juga bertugas di puskesmas-puskesmas lain yang belum ada tenaga dokter spesialisnya. ”Memang sih (dokter spesialis, red) masih kurang, tapi sementara bisa ditangani dengan yang ada,” cetus Marhedi seraya mengatakan, pihaknya tidak tahu kapan kekurangan tenaga dokter tersebut bakal dipenuhi.(46/mg13)

http://sumeks.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=14653:jumlah-dokter-kurang&catid=38:metropolis&Itemid=89

  1. #1 by Wulan on 21 Mei 2011 - 9:25 am

    gara2 jumlah penduduk yg smakin meningkat tuh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: