Bersama Pakar Ternama, Dokter Anak Indonesia Belajar Membaca Gerakan Anak


Beberapa gerakan tubuh dan respon seorang bayi berusia 0-4 bulan pasca dilahirkan rata-rata terlihat khas sesuai dengan tahapan usianya, namun untuk dapat memastikan apakah bayi itu normal atau sebaliknya tentu bukan perkara mudah, Sejauh ini di Indonesia, deteksi terhadap adanya kelainan pada perkembangan sistem saraf anak masih sebatas pada penggunaan  teknologi  Citiscan maupun  pemerikasaan dengan magnetic resonance angiography (MRA) yang terkenal mahal.

Diluar Negeri, para Pakar ilmu kedokteran Anak  tengah mengembangkan satu terobosan penilaian sisi gerak motorik pd anak beradasarkan penilaian kualitas General Movements (GMs), bahkan selama beberapa dekade terakhir diketahui bahwa ternyata penilaian kualitas GMs pada Janin dan Balita, diyakini mampu mendeteksi ada tidaknya kelainan sistem saraf pada anak usia dini.
Teknik  penilaian menggunakan kualitas General Movements (GMs) tersebut dipaparkan dalam sebuah acara pelatihan bertajuk “The International Certification Training Course on General Movements (GMs) Assessment in Infant” yang berlangsung selama dua hari ( 16-17 Juli 2010) lalu di Hotel JW.Marriott Surabaya.

Dihadapan 60 orang peserta dari kalangan tenaga medis Indonesia khususnya bidang pediatric, Pakar Ilmu Pediatri sekaligus Pembicara tunggal Prof. Dr. Mijna Hadders-Algra dari Institute of Developmental Neurology Beatrix Children’s Hospital dan University Medical Center Groningen (UMCG) –The Netherlands ini membeberkan Prinsip dasar penilaian GMs.

Secara singkat dijelaskan, General Movements (GMs) merupakan aktifitas gerakan spontan pada perkembangan jaringan saraf otak yang sering terjadi pada janin didalam kandungan hingga balita memasuki usia 0- 4 bulan setelah dilahirkan. Yang terpenting pada penilaian GMs ini adalah adanya evaluasi menyeluruh  pada kompleksitas gerak dan variasinya.

Disimpulkan, GMs pada tingkat Abnormal yang tinggi mempengaruhi kompleksitas gerak dan variasi yang cenderung “monoton” atau justru tidak ada sama sekali, dan apabila GMs abnormal yang merupakan akibat dari suatu kerusakan atau gangguan pada sel-sel motorik pada susunan saraf pusat yang sedang tumbuh atau belum selesai pertumbuhannya  ini terjadi pada anak usia rentan yakni antara usia 0-4 Bulan usai dilahirkan  akan berpotensi terkena Cerebral Palcy (CP) atau suatu kelainan gerakan dan postur tubuh yang tidak progresif. Sedangkan pada tingkat gangguan GMs yang lebih kecil maka hanya terjadi  gangguan neurologis minor pada anak ketika memasuki usia sekolah nantinya.

Assosiate Course Director Ahmad Suryawan, dr. , Sp. A(K) atau biasa dipanggil dr. Wawan ini mengungkapkan, Baginya, selain dinilai praktis, Teknik ini juga dianggap penting karena dilandasi dengan dasar keilmuan yang tinggi tentang teori perkembangan otak.

Pria kelahiran 1968 ini menekankan bahwa sebenarnya Kualitas gerakan anak diusia rentan yakni antara 0- 4 bulan setelah lahir mencerminkan normal- tidaknya koneksi diotaknya, tentu saja hal ini  kemudian akan sangat mempengaruhi kualitas perkembangan anak berikutnya.

Diakui, Kesulitan selama ini  adalah terletak pada keterbatasan kemampuan para tenaga Medis untuk menilai normal-tidaknya  sistem perkembangan otak pada anak usia dini. Dan selama ini untuk mendeteksi hal tersebut,  di Indonesia masih memanfaatkan beberapa alat pemeriksaan yang canggih seperti teknologi Citiscan dan Pemeriksaan MRA  yang terbilang mahal namun dengan hasil yang kurang memuaskan.

“Yang paling sulit disini adalah memahami bagaimana cara menilai normal- tidaknya gerakan sang anak usia dini, padahal kalo dilihat sepintas gerakan bayi ya begitu-begitu saja, untuk itu para petugas kesehatan khusunya para Dokter Anak disini dilatih,diajarkan teknik bagaimana cara membaca gerakan anak” papar pria yang pernah mengantongi penghargaan pemenang “Young Researcher Award” ke 11 Asean Pediatric Federation Conference tahun 2002 lalu.

Bayi Abnormal  di usia rentan tersebut bisa beresiko terkena gangguan perkembangan seperti gangguan pada sistem motoriknya hingga yang terparah adalah mengalami authisme. Dijelaskan hal tersebut dapat terjadi karena beberapa penyebab, bisa karena kehamilan yang tidak sehat, proses persalinan yang tidak baik, sang ibu mengalami hipertensi saat kehamilan, bayi prematur, atau bahkan karena berat badan bayi rendah.

“Kondisi bayi bermasalah diatas banyak dialami oleh bayi-bayi di Indonesia, bisa kita bayangkan,  kalo kita punya ilmunya, maka berapa generasi yang bisa  terselamatkan ? , karena kita bisa membedakan mana bayi normal dengan abnormal sejak paling dini”ungkap Dosen Ilmu Keesehatan anak di RSUD Dr. Soetomo Surabaya ini.

Di tahun 2006 lalu, dr. Wawan terlibat dan belajar bidang GMs di Newborn Infants at UMCG, the Netherlands. Dan selama empat tahun disana ia mempelajari prinsip dasar observasi dan interpretasi GMs kepada Prof. Dr. Mijna Hadders-Algra seorang pakar Neurologi sekaligus pembicara dan penulis kenamaan ditingkat Internasional.

Acara yang merupakan buah kerjasama antara Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Departemen Ilmu kesehatan Anak FK Unair- RSUD Dr. Soetomo, Indonesian Pediatric Society (IPS) dengan  Institute of Developmental Neurology Beatrix Children’s Hospital dan University Medical Center Groningen (UMCG) –The Netherlands  ini adalah pertama kalinya yang pernah ada di wilayah Asia Selatan. Dan Surabaya merupakan Kota pertama mewakili Indonesia yang beruntung karena menjadi  salah satu Negara di Asia yang berkesempatan mempelajari teknik ini.  Sebelumnya, di beberapa Negara maju seperti Eropa, Amerika dan Jepang  telah lebih dulu mengembangkan teknik tersebut.(fy*)

http://www.adicita.com/infoterkini/detail/id/231/Bersama-Pakar-Ternama-Dokter-Anak-Indonesia-Belajar-Membaca-Gerakan-Anak

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: