Keluarga Seorang Dokter Kompak Siksa PRT dan Babysister


Surabaya – Perilaku keluarga satu ini keterlaluan dan tidak berprikemanusian. Empat tersangka mulai dari menantu, anak dan mertua yang berprofesi sebagai pengusaha, dokter dan baru lulus S1 ini menganiaya PRT dan babysister.

Mereka dianiaya dengan cara disekap, dirantai, dipukuli dengan sapu lidi hingga disiram air panas.

Keempat tersangka yang tinggal di Darmo Permai Selatan yakni Tan Fang May (47) Eddie Budianto (50) keduanya pasangan suami istri yang juga orang tua dan menantu tersangka Ezra Tantoro Suryaputra (27) dan Rony Agustian Hutri (32).

Sedangkan korban PRT yang mengalami penyiksaan yakni sebut saja Ena (17) warga Singgahan Kabupaten Tuban dan kedua babysister sebut saja Ami (16) warga Karang Tembok Surabaya dan Dwi (19) warga Sanggahan Tuban.

“Para tersangka ini kita amankan karena diduga melakukan penganiayaan terhadap anak, melakukan kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga dan eksploitasi ekonomi,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Anom Wibowo kepada wartawan di mapolrestabes, Jalan Sikatan, Minggu (22/5/2011).

Anom mengatakan, kasus tersebut berawal dari laporan tersangka ke Polrestabes Surabaya. Dalam laporannya, May mengaku kehilangan emas senilai Rp 1 miliar dan melaporkan PRT-nya Ena sebagai pelakunya, Senin malam.

Petugas sentra pelayanan kepolisian (SPK) Polrestabes Surabaya curiga, terhadap kondisi fisik Ena yang dilaporkan majikannya. Polisi pun menerima laporan majikannya dan membuatkan LP. Setelah majikannya pulang, petugas SPK yang merasa curiga menyerahkan Ena ke petugas reskrim.

Petugas pun membawa Ena diperiksakan ke RS Bhayangkara tingkat IV kompleks Mapolrestabes Surabaya. Setelah menjalani pemeriksaan, tubuh korban mengalami luka lebam lecet dan bekas lilitan rantai anjing serta siraman air panas serta penggorengan yang panas di bagian wajah, tangan, kaki, punggung dan bagian tubuh lainnya.

“Dokter mengatakan, ada bagian kaki korban mengalami pembekuan darah dan harus segera dioperasi. Jika tidak dioperasi, kaki korban terancam diamputasi,” tuturnya.

Korban bekerja di rumah tersangka sejak 3 tahun lalu. Namun, ketiga korban khususnya Ena mengalami penyiksaan sejak 6 bulan terkahir. “Tersangka juga tidak memberikan hak korban berupa gaji bulanan dan melakukan pemotongan gaji bila korban melakukan kesalahan dalam pekerjaannya,” jelasnya.

http://surabaya.detik.com/read/2011/05/22/161516/1644209/466/keluarga-seorang-dokter-kompak-siksa-prt-dan-babysister?881104465

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: