Psikosomatik Untuk Dokter Umum


Pada tanggal 27 Mei 2011 nanti saya akan memberikan seminar dengan judul “Physical Symptoms in Psychosomatic Disorder” acara yang tergabung dalam Pekan Ilmiah Dokter Fakultas Kedokteran UKRIDA, Jakarta ini akan menampilkan presentasi tentang gejala-gejala fisik yang sering timbul dalam gangguan psikosomatik. Selain itu pula saya akan membahas tentang beberapa gangguan kejiwaan yang sering menjadi dasar keluhan psikosomatik di praktek sehari-hari terutama praktek umum serta bagaimana tatalaksana yang mungkin dilakukan di tempat praktek umum.

Kita mengetahui bahwa dari penelitian baik di dalam dan di luar negeri, pasien dengan keluhan psikosomatik pertama kali akan datang ke pusat pelayanan primer atau tempat praktek dokter umum. Penelitian kami di FK UKRIDA mengatakan bahwa dari sekitar1300 pasien yang datang ke Puskesmas, 28.5% mengalami gangguan cemas,depresi dan psikosomatik. Penelitian di luar negeri tidak berbeda banyak, ada sekitar 19,7% s.d. 22% pasien yang datang dengan keluhan fisik ternyata mengalami gangguan psikosomatik.

Kami dari Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa FK UKRIDA memahami bahwa pendidikan kedokteran belum banyak memberikan bekal bagi para mahasiswa untuk memahami dan menatalaksana lebih jauh tentang gangguan psikosomatik terutama di praktek umum. Hal ini disebabkan karena penekanan yang sesuai dengan kompetensi Dokter Indonesia yang hanya menempatkan dokter umum sebagai penatalaksana pasien-pasien dengan gangguan mental ringan seperti Insomnia saja. Padahal sebenarnya Insomnia sendiri sebagai gangguan fisik merupakan pintu masuk untuk gangguan jiwa lainnya.

Berkaitan dengan gangguan psikosomatik, memang gangguan ini sulit dideteksi dan biasanya tidak terlalu dikenali di praktek umum bahkan spesialis non-psikiatri. Hal ini disebabkan karena keluhan utama pasien dengan gangguan psikosomatik adalah keluhan fisik, walaupun ada dasar gangguan kejiwaan namun biasanya tertutup dengan gejala fisiknya yang kadang terlihat sangat berat. Sebagai dokter yang pertama kali melihat pasien, maka apa yang terpikir adalah bahwa keluhan ini memiliki dasar fisik yang jelas. Apalagi pendekatan banyak dokter yang masih menekankan Biomedis dibandingkan pendekatan Biopsikososial walaupun sudah sejak tahun 1977 konsep ini diperkenalkan oleh George Engel. Tidak heran pasien gangguan psikosomatik sering berkunjung ke banyak dokter dan melakukan pemeriksaan yang kadang tidak perlu dan menghabiskan dana besar sebelum akhirnya berkunjung ke Psikiater.

Seminar dengan tema Psikosomatik ini adalah rangkain dari kegiatan bagian Ilmu Kedokteran Jiwa (IKJ) FK UKRIDA yang pada tahun ini mulai memfokuskan kegiatannya di bidang pengembangan Psikosomatik Medis. Walaupun upaya ini telah dimulai oleh saya sejak tahun 2008 dengan menambahkan mata kuliah Consultation Liaison Psychiatry dan Medically Unexplained Medical Symptoms, namun baru pada tahun ini sejak Januari di FK UKRIDA mengadakan secara rutin Kelompok Seminat Psikosomatik Medik atas bimbingan American Psychosomatic Society dengan saya sebagai Faculty Leader.

Semoga pengembangan Psikosomatik akan lebih maju ke depan dan berharap kemampuan dalam mendiagnosis dan mengobati pasien dengan keluhan seperti ini ke depan bukan hanya dimampukan kepada Psikaiter namun juga kepada dokter umum yang berminat mendalaminya.

http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2011/05/22/psikosomatik-untuk-dokter-umum/

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: