Jamkesmasda Center Tidak Ada di RSUD Bengkalis


Permasalahan program Jamkesmasda terus bergulir.

Jika masyarakat mengeluhkan belum sepenuhnya bisa menikmati berobat gratis sebagaimana yang digaungkan, karena harus mengambil obat di luar rumah sakit, pihak RSUD Bengkalis sendiri mengeluhkan tentang tidak adanya pihak ketiga yang ditunjuk mengelola Jamkesmasda (PT Askes) membuka loket layanan di RSUD.

Sehingga semua pelayanan total dilakukan oleh karyawan RSUD.

Barangkali sebatas melayani pasien tidak akan dipersoalkan oleh RSUD Bengkalis, karena sebelum program Jamkesmasda digulirkan, RSUD juga sudah melayani berobat gratis yang diberikan kepada masyarakat kurang mampu.

Namun karena pengelolaan Jamkesmasda diserahkan ke pihak ketiga, harusnya pihak ketiga membuka Jamkesmasda centre di RSUD.

Di samping untuk sosialisasi kepada pemberi pelayanan (RSUD) dan kepada masyarakat, juga dapat memberikan keterangan penyakit atau tindakan apa saja yang bisa dan tidak bisa diklaim.

Direktur RSUD Bengkalis melalui Kabag TU H Dahen Tawakkal, Ahad (22/5), mengatakan, bahwa seluruhnya dilayani oleh RSUD. Ironisnya lagi, ketika ada kelemahan layanan, RSUD yang dipersalahkan sepenuhnya.

Sementara pihak ketiga yang notabene menerima fee dari program ini, hanya menerima bersih berkas dari RSUD yang telah melakukan pelayanan.

‘’Selama ini kita telah menjalankan program Jamkesda khusus bagi masyarakat kurang mampu. Dan Alhamdulillah tidak ada masalah yang berarti, baik dalam pelayanan, masalah obat-obatan dan pengklaiman, karena program ini dikelola sendiri oleh Pemkab Bengkalis, dalam hal ini SKPD RSUD Bengkalis. Kami berharap Jamkesmasda yang sudah berjalan dengan baik tersebut berlanjut, dan tinggal peningkatan pelayanan yang lebih luas dari Jamkesda menjadi Jamkesmasda.Yang jadi persoalan sekarang, kenapa program Jamkesmasda diserahkan pengelolaannya kepada pihak ketiga, yang penunjukkannya sendiri juga perlu dipertanyakan. Kenapa tidak dikelola SKPD terkait. Kalaupun misalnya ditunjuk pihak ketiga, harusnya dilakukan proses penunjukkan sesuai peraturan perundangan yang ada,’’ ujar Dahen.

Menurut Dahen lagi, selain tidak adanya petugas pihak ketiga ditempatkan di RSUD, walau sebenarnya RSUD sudah menyiapkan tempat untuk itu, petunjuk teknis program Jamkesmasda juga tidak ada.

Begitu juga dengan tindakan pelayanan yang mana yang digrastiskan dan tidak bisa diakomodir progam Jamkesmasda tidak diketahui persih. Yang pasti Bupati menginginkan seluruh pelayanan Jamkesmasda gratis.

Yang disesalkan lagi, seluruh pekerjaan yang seharusnya dilakukan pihak ketiga dikerjakan oleh karyawan RSUD.

‘’Pihak ketiga menikmati fee dan dana operasional sekian persen dari dana yang dianggarkan untuk program Jamkesmasda. Yang memproses data peserta Jamkesmasda mulai dari pendaftaran sampai verifikasi berkas, pengklaiman, tenaga dan peralatan yang digunakan juga milik RSUD. Pihak ketiga hanya terima bersih berkas dari RSUD. Dan kami sangat yakin berkas tersebut 30 persen akan ditolak oleh pihak ketiga dengan dalih tindakan ini tidak bisa diklaim,’’ tutur Dahen.

Begitu juga saat proses pencairan dana yang akan diterima RSUD dari pihak ketiga terang Dahen, uang tersebut harus disetorkan dulu ke kas daerah, karena merupakan penerimaan daerah, dan harus dianggarkan lagi di APBD-P. Itupun kalau bisa diakomodir.(jrr)

http://riaupos.co.id/news/2011/05/jamkesmasda-center-tidak-ada-di-rsud-bengkalis/

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: