Baru Dua Rumah Sakit Terakreditasi di Provinsi Lampung


BANDARLAMPUNG – Peningkatan jumlah sarana pelayanan kesehatan dalam dua dekade terakhir ternyata belum diikuti peningkatan kualitas layanan. Hal itu bisa dilihat dari tingkat akreditasi rumah sakit (RS). Dari 30 RS yang ada di Provinsi Lampung, ternyata hanya dua yang terakreditasi. Keduanya adalah Rumah Sakit Umum Daerah dr. Hi. Abdul Moeloek (RSUDAM) dan RS Imanuel.
Hal itu terungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi V DPRD Lampung dengan Dinas Kesehatan setempat kemarin.

Ketua Komisi V Yandri Nazir pun terkejut mengetahui hal itu. Ia berpendapat, akreditasi merupakan sebuah ukuran untuk menilai kualitas pelayanan serta sarana di RS. ’’Kalau akreditasi saja tidak ada, bagaimana mau menilai kualitas sebuah rumah sakit,” paparnya.

Padahal, lanjut dia, tahun depan seluruh RS harus terakreditasi. ’’Pemerintah pusat kan sudah memerintahkan agar pada 2011, seluruh RS sudah terakreditasi,” ungkapnya.

Dalam menindaklanjuti hal tersebut, Yandri bersama anggotanya berharap Diskes Lampung dapat menyurvei serta memastikan mulai 1 Januari 2011, ke-28 RS tersebut telah terakreditasi. ’’Mulai Januari, mereka harus sudah terakreditasi,” pungkasnya.

Ia pun nantinya ikut mengawasi rumah sakit mulai Januari 2011. Yandri menilai bahwa selama ini RS yang tak terakreditasi, berarti tidak mementingkan pelayanan, tetapi hanya ekonomisnya. ’’Kalau tidak terakreditasi, berarti kualitas pelayanannya belum kita ketahui,” jelasnya.

Sementara, Kadiskes Lampung Kholik Hasan membenarkan hal tersebut. ’’Memang benar hanya ada dua yang terakreditasi. Saat ini ada beberapa RS yang masih mengajukan akreditasi. Kami juga selalu mengimbau kepada setiap RS untuk mengajukan akreditasi,” paparnya.

Dalam proses pengajuan akreditasi dari rumah sakit, Diskes memiliki tim untuk menyurvei keadaan RS itu. ’’Kami memiliki tim sendiri untuk mengecek RS tersebut,” terangnya.

Namun jika nantinya hingga Januari 2011 ada RS yang tidak terakreditasi tetapi beroperasi, bakal ditindak tegas. ’’Mereka akan ditutup agar tidak beroperasi kalau tidak terakreditasi,” tandasnya.

Mengenai hal ini, ia menyatakan perintah dari Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan pelayanan. ’’Ini kan perintah dari Kemenkes agar dalam pelayanan kesehatan semakin meningkat,” ungkapnya.

Diketahui sebelumnya, Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih menyebutkan, dari 1.292 rumah sakit yang ada di seluruh Indonesia, ternyata baru 60 persen di antaranya yang terakreditasi.

’’Dari yang sudah terakreditasi pun belum semuanya menerapkan prosedur standar perlindungan pasien,’’ ungkap Endang saat membuka Kongres XI Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) di Jakarta Convention Center (JCC) beberapa waktu lalu.

Tak hanya itu, lanjut Endang, kesalahan medis pun masih sering terjadi. Hanya, Endang belum bisa memastikan berapa banyak kasus yang telah dilaporkan. Kondisi ini dikatakannya karena memang hal itu belum terdata.

Dalam kesempatan itu, pengganti Siti Fadilah Supari ini juga mengingatkan Persi sebagai induk organisasi pengelola rumah sakit untuk terus berusaha mendorong peningkatan kualitas pelayanan RS. Caranya, dengan menyosialisasikan penerapan pelayanan kesehatan prima dan prosedur standar perlindungan pada pasien.

Menurut Endang, pelayanan kesehatan prima yang dimaksud di antaranya dapat diwujudkan dengan melakukan identifikasi pasien secara cermat, komunikasi efektif dengan pasien, serta adanya prosedur standar perlindungan pasien. Selain itu, rumah sakit juga harus bisa menekan angka infeksi nosokomial, kesalahan dalam penanganan pasien, serta kerugian pasien akibat kesalahan petugas medis.

’’Jadi rumah sakit juga harus mengubah paradigma, bukan berorientasi pada dokter, tetapi pasien. Pelayanan juga tidak dilakukan terpisah, tetapi terpadu,’’ tambahnya. (yna/jpnn/c1/adi)

http://radarlampung.co.id/read/berita-utama/24533-baru-dua-rumah-sakit-terakreditasi

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: