Dokter Poli Kandungan Telantarkan Pasien


SUNGAILIAT – Pelayanan prima rumah sakit milik pemerintah yang sering dikoar-koarkan tampaknya hanya sebatas slogan saja. Nyatanya, masih banyak keluhan dari masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan. Seperti di RSUD Sungailiat, sekitar 7 orang wanita hamil yang ingin melakukan chek up di Poli Kandungan RSUD terpaksa harus menelan pil pahit menunggu kehadiran dokter spesialis kandungan hingga berjam-jam sejak dari jadwal buka poli pada pukul 09.00 Wib, Sabtu lalu.
Salah seorang pasien ibu hamil yang minta namanya diinisialkan St, saat mengungkapkan kekecewaannya mengungkapkan, kedatangannya ke Poli Kandungan RSUD Sungailiat bermaksud untuk melakukan kontrol rutin kehamilannya yang sudah memasuki usia 6 bulan. Namun sesalnya, meski tiba di poli sekitar pukul 08.30 Wib, ia bersama pasien yang lain terpaksa harus menunggu kehadiran dokter tugas sampai tiga jam lebih. “Saat ditanyakan kepada petugas jaga kala itu, kami pun diminta sabar menunggu tanpa ada kejelasan dan kepastian kedatangan dr. Eni (dokter tugas spesialis kandungan) jam berapa,” ucapnya.
Disamping itu, para pasien ini juga kecewa dengan sikap dr. Eni yang mereka nilai kurang berbudaya. Sebab, setiba di poli tepat pukul 12.00 Wib tanpa beban dan rasa bersalah telah menelantarkan pasiennya hingga berjam-jam, dokter yang juga membuka praktek di Klinik Satu Miliar jalan Jenderal Sudirman Sungailiat ini, langsung melakukan tugasnya memeriksa ketujuh pasien satu persatu. “Yang bikin kita kecewa dokter tidak memberikan alasan keterlambatannya dan meminta maaf kepada pasien, lalu seolah tanpa beban melakukan tugasnya di Poli Kandungan RSUD Sungailiat,” keluhnya lagi.
Terkait hal itu, Sekda Kabupaten Bangka, Tarmizi Saat kepada Rakyat Pos menyatakan, akan memanggil direktur RSUD dan dokter bersangkutan untuk meminta klarifikasi. Ke depan, ia berharap pihak RSUD melayani pasien sesuai jam praktek yang sudah diatur.
“Saya saat ini masih di Yogyakarta, tapi setelah pulang saya akan langsung panggil Direktur RSUD dan dokter yang bersangkutan kenapa pelayanan bisa menjadi seperti ini,” ujarnya. Ditambahkannya, seharusnya seorang dokter lebih mengutamakan pelayanan di RSUD terlebih dahulu daripada tempat praktek yang dibukanya. Terlebih, dokter berstatus PNS tersebut telah mendapatkan insentif Rp10 juta diluar gaji diberikan pemerintah dengan tujuan melayani masyarakat sebaik-baiknya. “Seorang dokter boleh saja membuka praktek diluar dinasnya, namun sangat disayangkan apabila dalam melakukan tugas utamanya sebagai dokter RSUD malah mengabaikan hal tersebut. Dokter itu kan digaji, ada insentifnya Rp10 juta di luar gaji. Tidak ada yang melarang kalau mereka membuka praktek diluar tapi waktu pelayanan dapat diatur sebaik-baiknya. Bisa saja mereka melayani pasien di RSUD baru menuju praktek atau sebaliknya selesai memberikan pelayanan di tempat prakteknya langsung melayani pasien di RSUD,” urai Tarmizi.
Direktur RSUD Sungailiat, dr. Then Suyanti dihubungi via ponselnya kemarin mengatakan, akan segera memanggil dokter bersangkutan untuk menanyakan permasalahan dan alasan yang terjadi pada Sabtu lalu.(2nd/6)

http://www.rakyatpos.com/dokter-poli-kandungan-telantarkan-pasien.html

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: