RSUD Atambua Kehabisan Obat Bius Untuk Menangani Pasien Emergency


ATAMBUA – RSUD Atambua, sejak pekan lalu, kehabisan obat bius untuk menangani pasien-pasien emergency yang membutuhkan pembiusan. Pasien bedah yang dirujuk dari puskesmas-puskesmas pun tidak bisa dilayani.

Untuk kepentingan operasi (bedah) pasien, dokter ahli harus meminjam obat bius dari rumah sakit swasta di Belu atau dari RSU Prof. Dr. WZ Johanes di Kupang.

Beberapa dokter umum dan dokter spesialis, antara lain dr. Suroso (spesialis bedah), dr. Medi (spesialis kandungan), dr. Hendrik (dokter umum), dr. Joys, mengatakan itu kepada wartawan di RSUD Atambua, Senin (23/5/2011).

Menurut dr. Suroso, habisnya stok obat bius untuk pasien emergency sesungguhnya sudah terjadi sejak pekan lalu. Para dokter tidak bisa bekerja maksimal karena obat bius yang merupakan kebutuhan penting tidak tersedia. Pasien rujukan untuk bedah dari kecamatan belum bisa diterima karena kondisi tersebut.

“Obat bius sangat penting untuk pasien emergency. Bayangkan, kalau pasien dalam sehari untuk kepentingan bedah cukup banyak, sementara stok obat bius habis. Apa jadinya kondisi pasien? Pasien yang bersalin dengan kondisi bayi melintang, tindakan yang harus diambil adalah dioperasi. Begitu mau dioperasi obat bius tidak ada, yah pasien setengah mati,” jelas Suroso.

Dokter Medi mengaku  kewalahan menghadapi pasien yang membutuhkan operasi cepat untuk keselamatan ibu dan bayi. “Kekosongan obat bius sudah terlihat sejak pekan lalu dan tindakan yang diambil ketika itu meminjam dari RS Sito Husada dan RSU Kupang tapi hanya diperoleh satu tabung obat bius. Kami di kebidanan sangat rawan. Bayangkan, harus operasi ibu hamil. Kalau obat bius  tidak, ada apa jadinya? Kalau keluarga pasien marah,  akan timbul masalah baru. Kami berharap dalam waktu dekat persediaan obat bius segera diatasi,” kata dr. Medi.

Tunda Operasi
Ketua IDI Kabupaten Belu, dr. Hendrik mengaku heran karena sudak sepekan stok obat bius habis tetapi belum terlihat ada tindakan penanggulangan segera. Padahal obat bius sangat penting untuk membantu pasien-pasien emergency.

“Kalau stok obat bius kosong, lalu  kita tolong pasien yang mau dioperasi pakai apa? Ada informasi minggu ini obat bius sudah tiba di Atambua, masih tunggu kapal dari Jawa. Ada obat bius tapi hanya untuk dua pasien. Kalau dalam beberapa jam ada pasien baru untuk operasi dalam jumlah banyak, terpaksa kita tunda operasinya sampai obat bius tiba. Kasihan pasien,” ujar Hendrik.

Pasien rujukan dari Desa Nanfalus, Kecamatan Kobalima, Ana Dau  yang ditemui di IRD RSUD Atambua mengatakan, dirinya sakit usus dan perlu mendapat penanganan segera. Namun saat dirinya lapor ke dokter jaga, dikatakan belum bisa diterima karena obat bius tidak ada.

Direktris RSUD Atambua, dr. Yeni Tasa membenarkan perihal kosongnya stok obat bius. Kehabisan obat bius ini bukan disengaja tapi karena stok habis dan langkah yang sudah diambil adalah meminjam dari rumah sakit lain di Belu.

“Benar stok obat bius kosong. Ada beberapa yang tersimpan, tapi itu pun hanya kita khususkan untuk  pasien emergency. Kita sudah minta ke RS Marianum tapi tidak ada termasuk ke RSU Kupang juga tidak dapat. Kami sudah dapat informasi dalam satu dua hari sudah ada kapal masuk di Kupang. Kita berharap tanggal 25 Mei sudah ada persediaan obat bius,” katanya.

http://medan.tribunnews.com/2011/05/25/rsud-atambua-kehabisan-obat-bius

  1. #1 by kaat on 12 September 2011 - 12:34 pm

    pake adriana kaat pung air seni dgn yanti pung air pepe biar jadi obat bius

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s