Kabupaten Ogan Ilir (OI) masih kekurangan tenaga medis untuk mengisi posisi di Puskesmas, Pustu, dan bidan desa


INDERALAYA– Kabupaten Ogan Ilir (OI) masih kekurangan tenaga medis untuk mengisi posisi di Puskesmas, Pustu, dan bidan desa. Kabupaten Ogan Ilir saat ini telah memiliki 25 Puskesmas dan 21 Puskesmas Pembantu (Pustu) dengan tenaga dokter 27 orang dan dokter gigi 13 orang. “Jumlah ini jauh dari kebutuhan seperti untuk Puskesmas perawatan 2 dokter umum, 1 dokter gigi, 1 apoteker, dan 5 bidan,”tutur Kepala Dinkes Ogan Ilir Kosasih,kemarin. Menurut dia,kebutuhan tenaga medis itu belum termasuk untuk puskesmas non perawatan yang setidaknya ditunggu 3 bidan.

Bahkan, lanjut dia masih ada dua Puskesmas yang belum ada dokter umumnya yakni Puskesmas Palem Raya dan Puskesmas Kota Terpadu Mandiri (KTM) Rambutan- Parit. Sementara untuk bidan, kata dia, juga masih kekurangan untuk desa dan puskesmas seperti di Muara Kuang, Rambang Kuang,Rantau Alai,Kandis, Pemulutan Selatan dan Rantau Panjang. “Daerah ini kurang diminati oleh para bidan,” ujarnya. Kebutuhan bidan desa sendiri, lanjut dia,mungkin sekitar 150 bidan lagi dari yang sudah ada sekarang yakni 23 bidan PTT Pusat dan 254 bidan PNS.

“Masih banyaknya kekurangan tenaga bidan ini, karena sebelumnya banyak bidan TKS, karena tidak ada honor lagi dari pemkab jadi mengundurkan diri,”ujarnya. Kebutuhan tenaga medis ini, tukas dia, masih akan bertambah seiring dengan kebutuhan RSUD Ogan Ilir yang saat ini masih dalam proses pembangunan.“Untuk menutupi kekurangan kebutuhan tenaga medis, setiap tahun terus berupaya mengusulkan penambahannya CPNS tenaga kesehatan ke pusat disamping menerima TKS,”imbuhnya.

Terpisah,Pengamat Kebijakan Ogan Ilir Syamsudin mengatakan, kekurangan tenaga SDM bidang kesehatan memang masih banyak terjadi di berbagai daerah, karena memang jumlah lulusannya masih terbatas seperti dokter dan juga bidan yang terlatih. “Kebanyakan lebih suka memilih di daerah perkotaan,” ujarnya. Untuk menyiasatinya, timpal dia, untuk dokter bisa saja Dinkes melakukan jemput bola seperti memberikan penawaran kerja kepada calon dokter untuk mengabdi di daerahnya dengan kesepakatan tertentu seperti mengabdi sekitar 2 tahun di daerah terpencil baru di-rolling dan ini berlaku juga untuk bidan desa terutama yang putra daerah.

Selain itu, tegas dia, tentunya harus ada pemberian insentif bagi tenaga medis seperti bidan pada daerah yang jauh dari ibukota kabupaten.

  1. #1 by caby midwife cecilia on 14 November 2011 - 3:59 am

    itu daerah mana??? ,,,saya bidan tapi tamatan tahun 2011 ini ,jika bapak berkenan saya kerja disana sebagai bidan PTT, saya siap ,,jika ibu bapak mau lebih tau tentang saya Ini amail saya feracecilia@yahoo.com
    terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: