Indonesia Masih Minim Dokter Spesialis Anak


DENGAN jumlah penduduk 237 juta orang, Indonesia masih kekurangan dokter spesialis anak. Jumlah dokter spesialis anak sekitar 2.700 orang, itu pun baru tersebar di 20 provinsi.

Menurut Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia Badriul Hegar tidak mudah menjadi dokter spesialis. Hal itu bukan kurangnya minat sarjana kedokteran untuk menjadi dokter spesialis, tapi lebih pada tidak setiap perguruan tinggi di Indonesia membuka spesialis dokter anak.

“Di Indonesia hanya ada 14 perguruan tinggi yang terakreditasi,” kata Hegar saat di Hotel Le Dian Serang, Banten, Minggu (12/6) di sela acara Seminar “Peran Fungsi Kesehatan dan Keluarga untuk Menurunkan Angka Kematian Bayi dan Balita”.

Seorang sarjana kedokteran juga harus menempuh kurang lebih sekitar empat tahun. Lebih dari itu terkena sanksi dikeluarkan (drop out/DO). Di sejumlah perguruan tinggi (PT) tiap fakultasnya, jumlah orang yang mengambil program spesialis anak sekitar 8-15 orang.

PT yang memiliki program spesialis tersebut di antaranya di Jakarta, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, Bandung, Semarang, Surabaya, Sulawesi Utara, dan Solo. Makanya, dalam patokan yang dibentuk IDAI, saat ini perbandingan dokter anak dengan jumlah anak yang dianggap cukup ideal di Indonesia adalah 1: 8.000/10.000. Memang perbandingan tersebut jauh tertinggal bila dibandingkan standar di Amerika Serikat yaitu 1: 2.500.

http://www.jurnas.com/news/31321/RI_Minim_Dokter_Spesialis_Anak/1/Sosial_Budaya/Kesehatan

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: