Temanggung: Penemuan Divine Kretek Sebagai Obat Kanker


TEMANGGUNG –  Bupati Temanggung Hasyim Afandi menyambut gembira penemuan divine kretek sebagai obat kanker dan menugasi sejumlah dokter di lingkar Sumbing, nama populer Kabupaten Temanggung untuk mengkajinya.

Karena itu, beberapa dokter diminta untuk mengikuti seminar Konsep Sehat Sakit dari Sudut Pandang Nanobiologi yang diselenggarakan Departemen Patologi Anatomi FK Undip, di Hotel Grand Candi, Semarang, Jawa Tengah pada 23 Juli mendatang.

Divine Kretek yang dikembangkan Prof Dr Sutiman B Sumitro DSc dan Dr Gretha Zahar melengkapi dua penemuan penting berbasis tembakau; yaitu sebagai bahan dasar parfum dan insulin.

“Penemuan divine kretek sangat penting karena bersinggungan dengan masa depan tembakau. Oleh karenanya Pemda Temanggung merasa perlu menugasi sejumlah dokter mengikuti seminar yang membahas divine kretek di Semarang,” kata Pemimpin Redaksi Psikologi Plus Petrus Widijantoro mengutip pernyataan Bupati Hasyim Afandi, seusai  audiensi di Temanggung, Rabu (13/7).

Selain dokter lingkar Sumbing, sambung Petrus, Bupati Wonosobo Kholik Arif juga menugaskan sejumlah dokter ikut seminar Konsep Sehat Sakit dari Sudut Pandang Nanobiologi itu.

Dihubungi terpisah, Ketua Pengarah Seminar Prof Dr Sarjadi SpPA dari Departemen Patologi Anatomi FK Undip mengemukakan, rokok kretek yang diolesi larutan divine, asapnya yang terbentuk menjadi asap divine, yang dinamakan divine kretek. Dalam penelitian awal, divine kretek  bisa menyembuhkan  berbagai penyakit seperti kanker, vaskuler dan autism serta meningkatkan secara optimal kondisi sehat manusia.

Seminar Konsep Sehat Sakit dari Sudut Pandang Nanobiologi akan mengupas tuntas divine kretek secara medik dan hubungannya dengan kesehatan. Seminar yang terakreditasi 6 SKP dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), didedikasikan untuk dokter spesialis dan dokter umum, mahasiswa pasca sarjana biomedik/spesialis/doktor bidang Kedokteran, dosen biologi, dan masyarakat umum.

Selain Prof Dr Sarjadi SpPA (K), narasumber lain dalam seminar tersebut adalah Prof Dr Sutiman B Sumitro Guru Besar bidang Nanobiologi Unibraw Malang, sekaligus sebagai pengembang divine kretek, Dr Bambang Prajogo EW MS Apt, Staf pengajar Departemen Farmakognosi dan Fitokimia/Wakil Dekan III Fakultas Farmasi Unair Surabaya, dan dr Saraswati Soebagjo MSi, Direktur  Lembaga Penelitian Peluruhan Radikal Bebas Malang.

Dr Saraswati Soebagjo akan membagi pengalamannya cara praktis menyembuhkan kanker payudara, kanker hati, kanker kelenjar getah bening dan autism dengan balur. Balur merupakan salah satu terapi dengan menggunakan divine kretek berbasis rokok kretek.

http://www.mediaindonesia.com/read/2011/07/14/241808/293/14/Dokter-di-Lingkar-Sumbing-Kaji-Divine-Kretek-

  1. #1 by berita19 on 15 Juli 2011 - 4:46 pm

    Baguslah…
    kalau bisa di kembangkan, bisa menekan biaya lebih di banyak….. dibandingkan harga obat chemoterapy yang super mahal…

  2. #2 by johnivi on 23 Juli 2011 - 2:11 am

    no.hp dokternya berapa?mau ikut caranya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: