Kementerian Kesehatan: Tenaga Medis di Puskesmas Masih Minim


JAKARTA –  Kementerian Kesehatan masih terus berupaya mewujudkan terpenuhinya tenaga medis khususnya untuk Puskesmas. Pasalnya, sampai saat ini baik perawat maupun bidan jumlahnya masih sangat minim.

Jumlah tenaga medis saat ini masih jauh dari ideal, dan tak sesuai dengan jumlah penduduk yang terus meningkat. Tak ayal, situasi ini membuat masyarakat kurang mendapatkan pelayanan memadai, terlebih bagi mereka di daerah terpencil.

“Kalau dari segi proporsi, sebetulnya kita mengharapkan, minimal ada tujuh perawat di Puskesmas,” kata Direktur Bina Pelayanan Keperawatan dan Keteknisian Medik Kemenkes Yuti Suhartati, Jumat, (6/5/2011) di Kantor Kementerian Kesehahan, Jakarta.

Menurutnya, beberapa daerah sekarang ini sudah merekrut beberapa tenaga honorer, yang nantinya diharapkan dapat memenuhi tenaga perawat dan juga tenaga lainnya. Terkait penerimaan perawat, menurut Yuti, hal ini juga berkaitan erat dengan kuota untuk pegawai negeri.

“Karena kuota pegawai negeri bukan domain kita. Itu lebih domainnya dari BKN,” imbuhnya.

Berdasarkan survei Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan Tenaga, dari 30 persen Puskesmas ditemukan berbagai variasi terkait jumlah tenaga medis. “Ada puskesmas yang tidak ada dokternya, tapi ada perawat dan bidannya. Ada puskesmas yang ada dokternya, tapi nggak ada perawatnya dan bidannya. Ada juga yang ada dokter dan perawat, tapi gk ada bidannya. Itu masih ada,” jelasnya.

Disinggung kapan penerapan satu puskesmas tujuh perawat tercapai, Yuti hanya bisa berharap programnya tersebut dapat rampung pada 2015 mendatang.

Perlu diketahui, berdasarkan data dari Profilkes 2009, jumlah perawat di Puskesmas sebanyak 52.753 orang.  Sedangkan jumlah seluruh Puskesmas ada 8.737 (baik perawatan maupun non perawatan) ditambah Puskesmas pembantu sebanyak 2.273.

Yuti mengungkapkan, khusus Puskesmas pembantu, biasanya di kepalai oleh seorang perawat atau bidan. Pasalnya, dokter tidak sampai menjangkau di Puskesmas pembantu.  “Tapi secara periodik, dokter akan visit ke Puskesmas pembantu satu minggu sekali,” ujarnya.

Yuti mengatakan, khusus daerah terpencil pihaknya sudah menyiapkan program untuk penempatan tenaga kesehatan strategis. Namun saat ini, kata Yuti program tersebut masih bentuk Permenkes dan akan segera ditingkatkan menjadi Perpres agar lebih kuat.

“Dua ribu perawat yang akan ditraining akan ditempatkan di daerah terpencil tahun ini, karena sudah keluar Peraturan Menterinya. Jadi nanti pusdiklat yang akan memberi tambahan dengan training-training,” bebernya.

(Bramirus Mikail | Asep Candra | www.kompas.com, Sabtu, 7 Mei 2011)

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: